0
MUTASI DNA
Posted by nhia
on
10.04
in
BIOLOGI SEL
A.
Pengertian
Mutasi
Mutasi
adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA
maupun RNA), baik pada taraf urutan gen
(disebut mutasi titik) maupun
pada taraf kromosom. Mutasi pada tingkat kromosomal
biasanya disebut aberasi. Mutasi
pada gen dapat mengarah pada munculnya alel
baru dan menjadi dasar bagi kalangan pendukung evolusi mengenai munculnya variasi-variasi
baru pada spesies.
Mutasi terjadi pada frekuensi rendah di
alam, biasanya lebih rendah daripada 1:10.000 individu. Mutasi di alam dapat
terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk karsinogen), radiasi surya maupun radioaktif, serta loncatan energi
listrik seperti petir.
Individu yang memperlihatkan perubahan
sifat (fenotipe) akibat mutasi disebut mutan.
Dalam kajian genetik, mutan biasa dibandingkan dengan
individu yang tidak mengalami perubahan sifat (individu tipe liar atau "wild type").
B. Macam-macam
Mutasi Berdasarkan Sel yang Bermutasi
Mutasi
somatik adalah mutasi yang terjadi pada sel somatik, yaitu
sel tubuh seperti sel kulit. Mutasi ini tidak akan diwariskan pada
keturunannya. Mutasi Gametik adalah mutasi yang terjadi pada sel gamet,
yaitu sel organ reproduksi yang meliputi sperma dan ovum pada manusia. Karena
terjadinya di sel gamet, maka akan diwariskan kepada keturunannya.
Pada
umumnya, mutasi itu merugikan, mutannya bersifat letal dan homozigot resesif.
Namun mutasi juga menguntungkan, diantaranya, melalui mutasi, dapat dibuat
tumbuhan poliploid yang sifatnya unggul. Contohnya, semangka tanpa biji, jeruk
tanpa biji, buah stroberi yang besar, dll. Mutasi ini juga menjadi salah satu
kunci terjadinya evolusi di dunia ini.
Terbentuknya
tumbuhan poliploid ini menguntungkan bagi manusia, namun merugikan bagi
tumbuhan yang mengalami mutasi, karena tumbuhan tersebut menjadi tidak bisa
berkembang biak secara generatif.
Bahan-bahan yang menyebabkan terjadinya
mutasi disebut MUTAGEN. Mutagen dibagi menjadi 3, yaitu:
1.
Mutagen bahan kimia, contohnya adalah
kolkisin dan zat digitonin. Kolkisin adalah zat yang dapat menghalangi
terbentuknya benang-benang spindel pada proses anafase dan dapat menghambat
pembelahan sel pada anafase.
2.
Mutagen bahan fisika, contohnya sinar
ultraviolet, sinar radioaktif, dan sinar gamma. Sinar ultraviolet dapat
menyebabkan kanker kulit.
3.
Mutagen bahan biologi, diduga virus dan
bakeri dapat menyebabkan terjadinya mutasi. Bagian virus yang dapat menyebabkan
terjadinya mutasi adalah DNA-nya.
C. Macam-macam
Mutasi Berdasarkan Bagian yang Bermutasi
Mutasi titik
Mutasi
titik merupakan perubahan pada basa N dari DNA
atau RNA. Mutasi titik relatif sering terjadi
namun efeknya dapat dikurangi oleh mekanisme pemulihan gen. Mutasi titik
dapat berakibat berubahnya urutan asam amino pada protein, dan dapat
mengakibatkan berkurangnya, berubahnya atau hilangnya fungsi enzim.
Teknologi saat ini menggunakan mutasi titik sebagai marker
(disebut SNP)
untuk mengkaji perubahan yang terjadi pada gen dan dikaitkan dengan perubahan fenotipe yang terjadi.
contoh
mutasi gen adalah reaksi asam nitrit dengan adenin menjadi zat hipoxanthine.
Zat ini akan menempati tempat adenin asli dan berpasangan dengan sitosin, bukan
lagi dengan timin.
Aberasi
Mutasi
kromosom, sering juga disebut dengan mutasi besar/gross mutation atau aberasi
kromosom adalah perubahan jumlah kromosom dan susunan atau urutan gen dalam
kromosom. Mutasi kromosom sering terjadi karena kesalahan meiosis dan sedikit
dalam mitosis.
Aneuploidi
Aneuploidi
adalah
perubahan jumlah n-nya. Dalam hal ini, "n" menandakan jumlah set
kromosom. Sebagai contoh, sel tubuh manusia memiliki 2 paket kromosom sehingga
disebut 2n, dimana satu paket n manusia berjumlah 23 kromosom. Aneuploidi
dibagi menjadi 2, yaitu: >> Autopoliploidi, yaitu n-nya mengganda sendiri
karena kesalahan meiosis. >> Allopoliploidi, yaitu perkawinan atau hibrid
antara spesies yang berbeda jumlah set kromosomnya.
Aneusomi
Aneusomiadalah perubahan
jumlah kromosom. Penyebabnya adalah anafase lag (peristiwa tidak melekatnya
beneng-benang spindel ke sentromer) dan non disjunction (gagal berpisah).
Aneusomi pada manusia dapat
menyebabkan:
a.
Sindrom Turner, dengan kariotipe (22AA+X0). Jumlah
kromosomnya 45 dan kehilangan 1 kromosom kelamin. Penderita Sindrom Turner
berjenis kelamin wanita, namun ovumnya tidak berkembang (ovaricular
disgenesis).
b.
Sindrom Klinefelter, kariotipe (22 AA+XXY), mengalami
trisomik pada kromosom gonosom. Penderita Sindrom Klinefelter berjenis kelamin
laki-laki, namun testisnya tidak berkembang (testicular disgenesis) sehingga
tidak bisa menghasilkan sperma (aspermia) dan mandul (gynaecomastis) serta
payudaranya tumbuh
c.
Sindrom Jacobs, kariotipe (22AA+XYY), trisomik pada
kromosom gonosom. Penderita sindrom ini umumnya berwajah kriminal, suka
menusuk-nusuk mata dengan benda tajam, seperti pensil,dll dan juga sering
berbuat kriminal. Penelitian di luar negeri mengatakan bahwa sebagian besar
orang-orang yang masuk penjara adalah orang-orang yang menderita Sindrom
Jacobs.
d.
Sindrom Patau, kariotipe (45A+XX/XY), trisomik pada
kromosom autosom. kromosom autosomnya mengalami kelainan pada kromosom nomor
13, 14, atau 15.
e.
Sindrom Edward, kariotipe (45A+XX/XY), trisomik pada
autosom. Autosom mengalami kelainan pada kromosom nomor 16,17, atau 18.
Penderita sindrom ini mempunyai tengkorak lonjong, bahu lebar pendek, telinga
agak ke bawah dan tidak wajar.
Delesi
Delesi
Terjadi ketika sebuah fragmen kromosom patah dan hilang pada saat pembelahan
sel. Kromosom tempat fragmen tersebut berasal kemudian akan kehilangan gen-gen
tertentu. Namun dalam beberapa kasus, fragmen patahan tersebut dapat berikatan
dengan kromosom homolog menghasilkan Duplikasi.Fragmen tersebut juga
dapat melekat kembali pada kromosom asalnya dengan arah terbalik dan
menghasilkan Inversi.
D. Pemanfaatan
Mutasi
Meskipun
secara biologi sebagian terbesar mutasi menyebabkan gangguan pada kebugaran
(fitness) individu, bahkan
kematian, mutasi sebenarnya adalah salah satu kunci bagi kemampuan beradaptasi
suatu jenis (spesies) terhadap lingkungan baru atau yang berubah. Sisi positif
ini dimanfaatkan oleh sejumlah bidang biologi terapan.
Terapi sel-sel Tumor
Aplikasi
radiasi sinar mengion
(dikenal sebagai radioterapi,
seperti penyinaran dengan sinar X) dan kemoterapi untuk menghambat perkembangan sel-sel tumor
dan kanker pada dasarnya adalah menginduksi mutasi
pada sel-sel kanker sebagai targetnya. Agensia mutasi tersebut akan menyebabkan
sel-sel target berhenti tumbuh karena tidak mampu lagi memperbanyak diri.
Pemuliaan
Pemaparan tanaman terhadap radiasi sinar mengion, seperti sinar gamma dari Co-60,
atau terhadap beberapa kemikalia,
seperti EMS
dan DS,
dalam waktu dan kadar tertentu juga digunakan untuk menginduksi mutasi. Dalam
penerapan ini, mutasi tidak ditujukan untuk mematikan sel, tetapi untuk
mengubah susunan basa
nitrogen pada DNA atau untuk menyebabkan mutasi segmental.
Harapannya adalah ada beberapa sel yang akan mengalami mutasi yang
menguntungkan. Dengan demikian, tidak hanya sedikit yang dipaparkan, tetapi
ribuan sampai ratusan ribu individu. Cara pemuliaan dengan bantuan mutasi ini
kebanyakan dilakukan terhadap tanaman hortikultura, seperti tanaman sayuran dan tanaman hias (ornamental). Batan
telah menghasilkan beberapa kultivar
unggul padi yang dirakit melalui mutasi
Posting Komentar
GOOD MEDICAL STUDENT NOW
GOOD MEDICAL DOCTOR TOMORROW