0
KARBOHIDRAT
Karbohidrat tersebar luas dalam tumbuhan dan hewan. Senyawa ini memiliki peran struktural dan metabolik yang penting. Glukosa adalah karbohidrat terpenting. Kebanyakan karbohidrat dalam makanan diserap ke dalam aliran darah sebagai glukosa, dan gula lain diubah menjadi glukosa di hati. Glukosa adalah bahan bakar metabolik utama pada mamalia (kecuali pemamah biak) dan bahan bakar universal bagi janin. Glukosa adalah prekusor untuk sintesis semua karbohidrat lain di tubuh, termasuk glikogen untuk penyimpanan; ribosa dan deoksiribosa dalam asam nukleat; galaktosa dalam laktosa susu, dalam glikolipid, dan sebagai kombinasi dengan protein dalam glikoprotein dan proteoglikan.
Struktur dan fungsi dari karbohidrat yang
memiliki makna fisiologis :
·
Monosakarida
Monosakarida
adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi karbohidrat yang lebih
sederhana. Monosakarida ini dapat diklasifikasikan sebagai triosa, tetrosa,
pentosa, heksosa, atau heptosa, bergantung pada jumlah atom karbon; dan sebagai
aldosa atau ketosa bergantung agugus aldehida atau keton yang dimiliki senyawa
tersebut.
1. Glukosa,
dinamakan juga dekstrosa atau gula anggur, terdapat luas di alam dalam jumlah
sedikit, yaitu di dalam sayur, buah, sirup jagung, sari pohon, dan bersamaan
dengan fruktosa dalam madu. Glukosa memegang peranan sangat penting dalam ilmu
gizi. Glukosa merupakan hasil akhir
pencernaan pati, sukrosa, maltosa, dan laktosa pada hewan dan manusia. Dalam
proses metabolisme, glukosa merupakan
bentuk karbohidrat yang beredar di dalam tubuh dan di dalam sel merupakan
sumber energi.
2.
Fruktosa, dinamakan juga
levulosa atau gula buah, adalah gula paling manis. Fruktosa mempunyai rumus
kimia yang sama dengan glukosa, C6H12O6, namun
strukturnya berbeda. Susunan atom dalam fruktosda merangsang jonjot kecapan
pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis.
3.
Galaktosa, tidak terdapat
bebas di alam seperti halnya glukosa dan fruktosa, akan tetapi terdapat dalam
tubuh sebagai hasil pencernaan laktosa.
4.
Manosa, jarang terdapat
di dalam makanan. Di gurun pasir, seperti di Israel terdapat di dalam manna
yang mereka olah untuk membuat roti.
5.
Pentosa, merupakan bagian
sel-sel semua bahan makanan alami. Jumlahnya sangat kecil, sehingga tidak
penting sebagai sumber energi.
·
Disakarida
Disakarida adalah produk kondesasi dua unit
monosakarida yang dihubungkan oleh suatu ikatan glikosida. Disakarida yang
penting secara fisiologis adalah maltose,sukrosa, dan laktosa.
1.
Sukrosa atau sakarosa dinamakan juga gula tebu atau gula bit. Secara
komersial gula pasir yang 99% terdiri atas sukrosa dibuat dari keuda macam
bahan makanan tersebut melalui proses penyulingan dan kristalisasi. Gula merah
yang banayk digunakan di Indonesia dibuat dari tebu, kelapa atau enau melalui
proses penyulingan tidak sempurna. Sukrosa juga terdapat di dalam buah,
sayuran, dan madu.
2.
Maltosa (gula malt)
tidak terdapat bebas di alam. Maltosa terbentuk pada setiap pemecahan pati,
seperti yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan bila benih atau bijian berkecambah
dan di dalam usus manusia pada pencernaan pati.
3.
Laktosa (gula susu)
hanya terdapat dalam susu dan terdiri atas satu unit glukosa dan satu unit
galaktosa. Kekurangan laktase ini menyebabkan ketidaktahanan terhadap laktosa.
Laktosa yang tidak dicerna tidak dapat diserap dan tetap tinggal dalam saluran
pencernaan. Hal ini mempengaruhi jenis mikroorgnaisme yang tumbuh, yang
menyebabkan gejala kembung, kejang perut, dan diare. Ketidaktahanan terhadap
laktosa lebih banyak terjadi pada orang tua. Mlaktosa adalah gula yang rasanya
paling tidak manis (seperenam manis glukosa) dan lebih sukar larut daripada
disakarida lain.
·
Polisakarida
Polisakarida
adalah produk kondensasi lebih dari sepuluh unit monosakarida, contohnya pati
dan dekstrin yang mungkin merupakan polimer linier atau bercabang. Polisakarida
kadang-kadang diklasifikasikan sebagai heksosan atau pentosan, bergantung pada
identitas monosakarida pembentuknya. Selain pati dan deksterin, makanan
mengadung beragam polisakarida lain yang secara kolektif dinamai polisakarida
nonpati; zat ini tidak dicerna oleh enzim manusia, dan merupakan komponen utama
serat dalam makanan, contohnya selulosa dari dinding sel tumbuhan (suatu
polimer glukosa) dan inulin, yaitu simpanan karbohidrat pada beberapa tumbuhan
(suatu polimer fruktosa).
·
Glikokonjugat
Glikokonjugat istilah setara digunakan untuk
menamakan molekul yang mengandung 1 atau
lebih rantai karbohidrat terikat secara kovalen pada protein (untuk membentuk
glikoprotein atau proteoglikan), atau lipid (untuk membentuk glikolipid).
1.
Glikoprotein
Hampir semua protein plasma pada
manusia kecuali albumin adalah glikoprotein. Protein terdapat dalam jaringan
dan membran sel. Radikal prostetiknya adalah karbohidrat, yaitu oligosakarida
rantai pendek atau rantai panjang. Monomer monosakarida oligosakarida ini dapat
berupa manosa, galaktosa, xilosa, arabinosa, N-asetilglukosamin, dan
N-asetilgalaktosamin. Hubungan antara oligosakarida dan protein sederhana
penysunnya adalah secara kovalen. Hal ini terjadi antara salah satu
monosakarida dan salah satu residu asam amino asparagin, treonin, serin,
hidroksi prolin, hidroksi lisin dari rantai polipepetida protein sederhana,
penyusun glikoprotein tersebut.
Glikoprotein mempunyai banyak peranan dalam
tubuh, antara lain sebagai :
|
Fungsi
|
Glikoprotein
|
|
Molekul struktural
|
Kolagen
|
|
Pelumas dan zat
pelindung
|
Musin
|
|
Molekul pengangkut
|
Transferin,
seruloplasmin
|
|
Molekul imunologis
|
Imunoglobulin, antigen
histokompatibilitas
|
|
Hormon
|
Chorionic gonadotropin,
thyroid stimulating hormon (TSH)
|
|
Enzim
|
Beragam, misalnya
fosfatase alkali
|
|
Tempat
pengenalan-perlekatan sel
|
Berbagai protein yang
terlibat dalam interaksi antarsel
(mis: sperma-oosit), virus-sel, bakteri-sel, dan hormon-sel
|
|
Antibeku
|
Protein plasma tertentu
pada ikan air dingin
|
|
Berinteraksi dengan
karbohidrat spesifik
|
Lektin, selektin,
(lektin perekat sel), antibodi
|
|
Reseptor
|
Berbagai protein yang
berperan dalam kerja hormon dan obat
|
|
Memengaruhi pelipatan
protein tertentu
|
Kolneksin, kalretikulin
|
|
Regulasi perkembangan
|
Notch dan analognya,
protein kunci dalam perkembangan
|
|
Hemostasis (dan
trombosis)
|
Glikoproteinspesifik di
membran permukaan trombosit
|
Beberapa fungsi rantai oligosakarida
|
·
Memodulasi
sifat fisitoimia, misalnya kelarutan, kekentalan, muatan, konformasi,
denaturasi, dan tempat pengikatan utnuk bakteri dan virus
·
Melindungi dari
proteolisis, dari bagian dalam atau luar sel
·
Memengaruhi
proses proteolisis protein prekursor menjadi produk yang lebih kecil
·
Terlibat dalam
aktivitas biologis misalnya, aktivitas gonadotropin korion manusia (hCG)
·
Memenagruhi
inersi ke dalam membran, migrasi intrasel, penyortiran, dan sekresi
·
Memengaruhi
perkembangan dan diferensiasi mudigah
·
Mungkin
memengaruhi tempat metastasis yang dipilih oleh sel kanker
|
Glikoprotein dengan kadar heksosaminalebih
dari 4% disebut mukoprotein. Beberapa hormon, seperti intertisial stimulating hormon (ICSH), pregnant mares serum
gonadotropin (PMSG) dan human chorionic gonadotropin (HCG) merupkan
glikoproten.
Proteoglikan juga merupakan suatu
glikoprotein. Oligosakarida yang merupakan gugus prostetik protein ini disebut
glikoprotein. Glikoprotein tersusun atas unit-unit disakarida berulang yang
selalu terdapat glukosamina atau galaktosamina. Pada hidrolisis proteoglikan
diperoleh protein sederhana dan glikoaminoglikan penyusunnya.
Gula utama yang ditemukan pada glikoprotein manusia
|
Gula
|
Tipe
|
Singkatan
|
Gula nukleotida
|
Keterangan
|
|
Galaktosa
|
Heksosa
|
Gal
|
UDP-Gal
|
Subterminal terhadap NeuAc
sering ditemukan pada glikoprotein terkait -N, juga ditemukan diinti
trisakarida proteoglikan
|
|
Glukosa
|
Heksosa
|
Glc
|
UDP-GLC
|
Terdapat selama
biosintesis glikoprotein -N, tetapi biasanya tidak terdapat dalam
glikoprotwein matur. Terdapat di beberapa faktor pembekuan
|
|
Manosa
|
Heksosa
|
Man
|
GDP-Man
|
Gula umum pada
glikoprotin terkait -N
|
|
Asam N-asetilneuraminat
|
Asam sialat (9 atom c)
|
NeuAc
|
CMP-NeuAc
|
Sering merupakan gula
terminal pada glikoprotein terkait –N dan –O. Asam sialat jenis lain juga
ditemukan, tetapi NeuAc adalah spesies utama pada manusia. Gugus asetil juga
mungkin terdapat sebagai spesies O-asetil dan N-asetil
|
|
Fukosa
|
Deoksiheksosa
|
Fuc
|
GDP-Fuc
|
Mungkin eksternal di
glikoprotein terkait –N dan –O atau internal, yang berkaitan dengan residu
GlcNac yang meleka pada Asn pada spesies terkait –N. Mungkin juga terdapat
secara internal yang melekat pada OH Ser
|
|
N-asetilgalaktosamin
|
Aminoheksosa
|
GalNac
|
UDP-GlcNAc
|
Terdapat pada
glikoprotein terkait –N dan –O
|
|
N-asetilglukosamin
|
Aminoheksosa
|
GalNac
|
UDP-GlcNAc
|
Pada glikoprotein
terkait –N, gula melekat pada rantai polipeptida melalui Asn juga ditemukan
di tempat lain pada oligosakarida protein ini. Banyak protein nukleus
memiliki GlcNAc melekat pada OH Ser atau Thr sebagai gula tunggal
|
|
Xilosa
|
Pentosa
|
Xyl
|
UDP-Xyl
|
Pada banyak
proteoglikan, Xyl melekat pada OH Ser. Sebaliknya, Xyl melekat pada dua
residu Gal, membentuk suatu trisakarida penghubung. Xyl juga ditemukan di
t-PA dan faktor pembekuan tertentu
|
2.
Proteoglikan
Proteoglikan
adalah protein yang mengandung glikosaminoglikan-glikosaminoglikan yang di
satuka oleh ikatan kovalen. Telah ditemukan sedikitnya 30 jenis proteoglikan,
dan dinamai sindekan, betaglikan, serglisin, perlekan, argeka, versikan,
dekorin, biglikan, dan fibromodulin. Distribusi jaringan, sifat protein inti,
kandungan glikosaminoglikan, dan fungsi proteoglikan tersebut bervariasi.
Protein yang terikat secara kovalen pada glikosaminoglikan dinamai PROTEIN
INTI. Protein ini terbulkti sulit untuk diisolasi dan ditentukan karasteristiknya
, tetap pemakaian teknologi DNA rekombinan mulai menghasilkan informasi penting
tentang struktur protein tersebut. Jumlah karbohidrat dalam suatu proteoglikan
biasanya jauh lebih banyak daripada jumlah karbohidrat pada glikoprotein dan
mungki membentuk hingga 95% dari beratnya.
Agrekan merupakan suatu proteoglikan khusus tipe utama yang di temukan
di tulang rawan. Agrekan berukuran sangat besar (sekitar 2x103 kDa)
dengan sruktur keseluruhannya yang mirip dengan sikat botol. Protein mengandung
satu untai panjang asam hialuronat (salah satu tipe GAG) tempat protein
penghubung (link protein) melekat
secara non-kovalen. Sebaliknya, protein penghubung tersebut berinteraksi secara
nonkovalen dengan molekul protein inti tempat menonjolnya rantai GAG lain
(dalam hal ini keratan sulfat dan kondroitin sulfat).
Terdapat
paling sedikit tujuh glikosaminoglikan (GAG); asam hialuronat,kondroitin sulfat,
keratan sulfat 1 dan II, heparin, heparan sulfat, dan dermatan sulfat. GAG
adalah suatu polisakarida tidak bercabang yang terbentuk dari disakarida
berulang yang salah satu komponennya sselalu merupakan gula amino, (karena itu
dinamai GAG), baik D-glukosamin, atau D-galaktosamin. Komponen lain pada
disakarida berulang (kecuali pada keratin sulfat) adalah asam uronat, baik asam
L-glukuronat (GlcUA) atau 5 epimernya, asam L-iduronat (IdUA). Kecuali asam
hialuronat, semua GAG mengandung gugus sulfat, bagai sebagai O-ester atau N-sulfat
(pada heparin dan heparan sulfat). Asam hialuronat merupakan pengecualian
karena tidak terdapat bukti yang jelas bhwa senyawa ini melekat secara kovalen
pada protein, seperti defenisi tentang proteoglikan. Baik GAG maupun
proteoglikan terbukti sulit di teliti, sebagian karena kompleksitas kedua
molekul tersebut. Walaupun demikian, keduanya adalah komponen utama subtansu
dasar (ground subtance); GAG dan
proteoglikan memiliki sejumlah peran biologis penting; dan kedua zat tersebut
terlibat dalam sejumlah proses penyakit-karena itu, minat terhadap GAG dan
proteoglikan meningkat pesat.
3. Glikolipid (glikosfingolipid)
Glikolipid
tersebar luar disetiap jaringan tubuh, terutama di jaringan saraf seperti otak.
Senyawa golongan ini terdapat terutama di lapisan luar membran plasma, tempat
senyawa iniikut memventuk karbohidrat permukaan sel.
Glikolipid utama yang terdapat di
jaringan hewan adalah glikosfingolipid. Golongan ini mengandung seramid dan
satu atau lebih gula. Galaktosilseramid adalah glikosfingolipid utama di otak
dan jaringan saraf lain, dan jumlahnya relatif sedikit di jaringan lain.
Senyawa ini mengandung sejumlah asam lemak C14 khas, misalnya asam
serebronar.
Galaktosilseramid
diubah menjadi sulfgalktosilseramid (sulfatida) yang terdapat dalam jumlah besar
dalam mielin. Glukosilseramid adalah glikosfingolipid sederhana yang paling
menonjol di jaringan selain saraf serta juga terdapt di otak dalam jumlah
sedikit.
Galsiosida
adalah glikosfingolipid kompleks yang berasal dari glukosilseramid ang
mengandung satu atau lebih molekul asam sialat. Asam neuraminat adalah asam
sialat utama yang terdapat di jaringan manusia. Gangliosida juga terdapoat di
jaringan saraf dalam konsentrasi tinggi. Senyawa golongan ini mempunyai fungsi
reseptor dan fungsi lain. Gangliosida yang paling sederhana di jaringan adalah
GM3 yang mengandung seramid, satu molekul glukosa, dan satu molekul
NeuAc. Dalam tata nama singkat yang digunakan, G mewakili gangliosida; M adalah
spesies yang mengandung monosialo; dan subscript 3 adalah angka yang ditentukan
berdasrkan migrasi kromatografik GM1, suatu gangliosida yang lebih
kompleks yang berasal dari GM3, menarik secara biologis karena
diketahui merupakan reseptor di usus manusia untuk toksin kolera. Gangliosida
lain dapat mengandung satu sampai lima molekul asam sialat, yang menghasilkan
di-, trisialo-gangliosida, dst
·
Frukto-oligosakarida
(FOS)
Frukto-oligosakarida Berasal dari
sayur-sayuran. FOS banyak ditemukan pada bawang merah, asparagus, artichoke,
dan juga tomat. Struktur kimianya terdiri dari molekul glukosa yang terikat
pada dua, atau tiga, atau empat molekul fruktosa yang masing-masing membentuk
kestosa, nystosa, dan fruktosil-nistosa, inilah yang disebut
frukto-oligosakarida.
·
Galakto-oligosakarida
(GOS)
Merupakan
komponen dari susu sapi. GOS didapat dari laktosa melalui proses
transgalaktosilasi dengan menggunakan enzim beta-D-galaktosidase. Struktur
kimianya terdiri dari molekul glukosa dan galaktosa yang saling berikatan satu
sama lain.
·
Inulin
Inulin adalah suatu polisakarida
fruktosa (dan karenanya, merupakan fruktosan) yang terdapat dalam ubi dan akar
dahlia, artichoke, dan dandelion. Senyawa ini mudah larut dalam air dan
digunakan untuk menentukan laju filtrasi glomerulus, tetapi tidak dihidrolisis
oleh enzim usus.
·
Dekstrin
Ø Dekstrin
merupakan salah satu produk hasil hidrolisa pati berwarna putih kuning (SII,
1985), hidrolisis pati dapat dilakukan oleh asam atau enzim. Pati akan
mengalami proses pemutusan rantai oleh enzim atau asam selama pemanasan menjadi
molekul yang lebih kecil. Ada beberapa tingkatan dalam reaksi hidrolisis
tersebut, yaitu molekul pati mula-mula pecah menjadi unit rantai glukosa yang
lebih pendek (6 – 10 molekul) yang disebut dekstrin. Dekstrin kemudian pecah
menjadi maltosa yang selanjutnya dipecah lagi menjadi unit terkecil glukosa (Somaatmadja,
1970).
Ø Dekstrin
adalah karbohidrat yang dibentuk selama hidrolisis pati menjadi gula panas,
asam atau enzim (SNI, 1989). Nama lain dekstrin adalah artificial gum, starch
gum, tapioca, vegetable gum. Dekstrin mempunyai rumus kimia (C6H10O5)n dan
memiliki struktur serta karakteristik intermediate antara pati dan dextrosa.

Ø Dekstrin
merupakan hasil hidrolisis pati yang tidak sempurna. Proses ini juga melibatkan
alkali dan oksidator. Pengurangan panjang rantai tersebut akan menyebabkan
perubahan sifat dimana pati yang tidak mudah larut dalam air diubah menjadi
dekstrin yang mudah larut. Dekstrin bersifat sangat larut dalam air panas atau
dingin, dengan viskositas yang relatif rendah. Sifat tersebut mempermudah
penggunaan dekstrin apabila digunakan dalam konsentrasi yang cukup tinggi
(Lineback dan Inlett,1982) dalam ebookpangan.
Ø Dekstrin
putih dihasilkan dengan pemanasan suhu sedang (79-121oC), mengguanakan katalis
asam seperti HCl atau asam asetat dengan karakteristik produk berwarna putih
hingga krem. Dekstrin kuning dihasilkan dengan pemanasan suhu tinggi (149-190o
C) menggunakan katalis asam dengan karakteristik produk berwarna krem hingga
kuning kecoklatan. Dekstrin kuning hasil pemanasan kering (tanpa air) seperti
penyangraian dan pemanggangan akan menyebabkan dekstrin terpolimerasi membentuk
senyawa coklat yang disebut pirodekstrin (Gaman dan Sherington, 1981) dalam
ebookpangan.
Berdasarkan reaksi warnanya dengan yodium, dekstrin dapat
diklasifikasikan atas amilodekstrin, eritrodekstrin dan akrodekstrin. Pada
tahap awal hidrolisa, akan dihasilkan amilodekstrin yang masih memberikan warna
biru bila direaksikan dengan yodium. Bila hidrolisa dilanjutkan akan dihasilkan
eritrodekstrin yang akan memberikan warna merah kecoklatan bila direaksikan
dengan yodium. Sedangkan pada tahap akhir hidrolisa, akan dihasilkan
akrodekstrin yang tidak memberikan warna bila direaksikan dengan yodium
(Ebookpangan, 2006).
·
Selulosa
Selulosa merupakan suatu polimer glukosil tidak
bercabang, mengandung ikatan, dan unit disakarida berulang adalah selobiosa.

Hampir
50% karbohidrat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah selulosa, karena
selulosa merupakan bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuh-tumbuhan.
Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, oleh karena tidak ada enzim
untuk memecah selulosa. Meskipun tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi
sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume dari faeses, sehingga akan
memperlancar defekasi.
Dahulu
serat digunakan sebagai indeks dalam menilai kualitas makanan, makin tinggi
kandungan serat dalam makanan maka nilai gizi makanan tersebut dipandang
semakin buruk. Akan tetapi pada dasawarsa terakhir ini, para ahli sepakat bahwa
serat merupakan komponen penyusun diet manusia yang sangat penting. Tanpa
adanya serat, mengakibatkan terjadinya konstipasi (susah buang air besar),
haemorrhoid (ambeyen), divertikulosis, kanker pada usus besar, appendicitis,
diabetes penyakit jantung koroner dan obesitas.
·
Glikokaliks
Ø Selubung
sel = “Cell coat” = glikokalik
Glikokaliks merupakan pembungkus
glikoprotein dan polisakarida yang mengelilingi banyak sel. Pada sel, bakteri
glikokaliks membentuk massa serabut yang menonjol keluar sel dan dengan cara
demikian sel melekat ke permukaan. Glikokaliks juga melindungi sel dari jejas
dan berfungsi dalam pengenalan sel-sel.

Gambaran
membran limfosit dgn menggunakan mikroskop elektron
·
Glikoforin
Glikoforin adalah kelompok protein
transmembran sel eritrosit. Protein ini melekat ke oligosakarida pada permukaan
membran sel sebelah luar dan dengan protein kontraktil (spektrin dan aktin)
pada permukaan sitoplasma, beberapa di antaranya membawa antigen darah. Defek
pada glikoforin C menyebabkan eliktositosis, sferositosis, dan piropoikilositosis.
Posting Komentar
GOOD MEDICAL STUDENT NOW
GOOD MEDICAL DOCTOR TOMORROW